KKMK Bogor

Keluarga Karyawan Muda Katolik Bogor

Tea Walk KKMK Bogor

Posted by kkmkbogorku on January 14, 2009

Rutinitas seringkali membuat seseorang menjadi jenuh akan kehidupannya. Rutinitas seringkali menghambat kreativitas seseorang dalam melakukan aktivitasnya yang akhirnya dapat menurunkan produktivitas dalam bekerja. Untuk itu diperlukan suatu kegiatan yang dapat mengasah kembali kemampuan yang kita miliki. Alam adalah suatu media yang sangat bermanfaat untuk dapat mengembalikan semangat dalam bekerja akibat rutinitas tersebut. Dengan mendekatkan diri kepada alam, kita dapat merasakan kasih Allah yang telah menciptakan dunia dengan begitu sempurna.

Untuk itulah kali ini KKMK Katedral Bogor mengadakan program Tea Walk di Agrowisata Gunung Mas pada hari Minggu tanggal 14 Desember 2008. Selain mengajak peserta untuk sebentar keluar dari rutinitas yang ada, KKMK Katedral Bogor ingin mendekatkan kembali kepada Tuhan melaui ciptaan-Nya. Dengan mengambil tema Love God Love Nature, Tea Walk KKMK dapat berjalan dengan baik. Acara diikuti oleh 40 peserta dari berbagai daerah yaitu dari Jakarta, Tangerang, Serang dan tentu saja dari Bogor.

Peserta berangkat dari Bogor pada jam 06.15 dengan  menggunakan bus ke arah Puncak. Acara diawali dengan misa pagi oleh moderator KKMK Karedral Bogor yaitu Rm Dominikus Savio Tukiyo. Romo Tukiyo dalam homilinya mengajak seluruh peserta untuk selalu bersukacita dan bersyukur dalam segala kesulitan yang dihadapi dalam hidup ini dan selalu hidup menurut ajaran – ajaran Kristiani yang telah diajarkan oleh Yesus Kristus. Romo Tukiyo juga menekankan tema acara ini. Mencintai Tuhan berarti juga mencintai ciptaanNya yaitu alam yaitu dengan melestarikan alalm ciptaan ini dan bukan dengan merusak alam seperti yang banyak terjadi sekarang.

Setelah misa yang sangat meneguhkan tersebut, peserta diajak untuk memulai melakukan perjalanan di area Gunung Mas. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari 6 – 7 orang. Rute yang diambil adalah rute 4 km. Peserta akan melewati kebun teh dengan jalan yang menanjak dan menantang.

Ada 4 pos yang harus dilewati oleh tiap peserta. Pos 1 adalah pos permainan benang kusut yang digawangi oleh Nina dan Tere. Cara permainan ini adalah peserta saling mengulurkan tangan dengan suatu aturan dan kemudian saling dikaitkan sehingga membentuk suatu jalinan yang tidak teratur. Tiap kelompok kemudian wajib untuk menata kembali jalinan yan kusut tersebut menjadi suatu jalinan yang yang teratur dalam suatu lingkaran penuh. Permainan ini membutuhkan strategi yang tepat dan kerja sama dari tiap peserta. Dibutuhkan pula kepemimpinan dari ketua kelompok untuk menguraikan benang yang kusut yang dibentuk dari jalinan tangan tiap peserta dalam kelompok. Tanpa semuanya itu mustahil jalinan tangan yang kusut dapat terurai menjadi satu lingkaran penuh.

Pos 2 adalah pos permainan menyebrangi sungai. Pos ini dijaga oleh Dory dan Novi. Dalam jarak 5 meter tiap kelompok wajib mencapai tempat yang ditentukan dengan menggunakan media yang sudah ditentukan oleh panitia. Apabila peserta berjalan di luar media yang ditetapkan, bearti peserta telah tercebur di dalam sungai dan berarti kelompok tersebut gugur. Media yang disediakan oleh panitia adalah kotak papan kecil yang hanya cukup untuk 2 tapak kaki. Jadi dapat dibayangkan betapa kerja sama dan sekali lagi yang tepat sangat diperlukan untuk dapat menyelesaikan permainan ini. Tanpa itu mustahil suatu kelompok dapat menyebrangi sungai dengan selamat.

Pos 3 adalah pos permainan bola basket. Pos yang dijaga oleh Sambi dan Yohana ini, mengajak peserta untuk memasukkan bola ke dalam kotak yang disediakan oleh panitia dalam waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Tiap kelompok yang berhasil memasukkan bola dalam jumlah yang banyak ke dalam kotak akan mendapatkan nilai dari panitia. Dalam permainan ini peserta diajak untuk focus terhadap permainan yang dihadapi sehingga bola dapat masuk ke dalam kotak. Tanpa focus tersebut mustahil bola dapat masuk.

Pos 4 adalah pos permainan satu tubuh banyak anggota. Pos yang dipimpin oleh Ira dan Wiwied, mengajak peserta untuk berdiri dari posisi duduk dengan posisi punggung saling menempel satu sama lain. Dibutuhkan suatu kerja sama dan saling percaya antar tiap kelompok. Peserta hanya dapat berdiri jika mereka saling membantu satu sama lain dengan saling mendorong punggung mereka sehingga mereka dapat bangkit.

Nilai – nilai yang dapat diambil dari tiap permainan menggambarkan sikap yang dibutuhkan dari organisasi. Nilai dari tiap permainan adalah dasar sikap yang dibutuhkan agar suatu organisasi dapat bertumbuh dengan baik. Kerja sama dari tiap anggota organisasi, stategi yang tepat dalam mengatasi suatu masalah, kepemimpinan yang tegas yang diikuti oleh tiap anggota kelompok, focus terhadap suatu permasalahan dan sikap saling percaya dari tiap anggota organisasi adalah nilai utama yang harus dijaga demi utuhnya organisasi.

Nilai – nilai tersebut tidak hanya dapat diterapkan dalam oraganisasi KKMK ini tetapi juga dapat diterapkan dalam lingkungan kerja. Anggota KKMK yang notabene adalah karyawan diharapkan dapat menjadi garam dan pelita di lingkungan kerjanya masing-masing dengan nilai-nilai tersebut.

Acara Tea Walk ditutup dengan sekali lagi permainan yang mengajak peserta untuk mempraktekkan kerja sama dan kreativitas melalui permainan straw tower. Peserta diajak untuk membangun suatu menara dari sedotan yang disediakan panitia dengan menggunakan bantuan yang disediakan yaitu tali dan gunting. Menara yang paling kuat dan paling tinggi dianggap sebagai pemenangnya. Permainan ini menjadi tantangan terakhir dari tiap peserta untuk dapat membuktikan kemampuan dari kelompoknya masing-masing.

Tea Walk KKMK sebagai acara yang dapat mengalihkan peserta sebentar dari rutinitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik. Peserta antusias mengikuti setiap acara yang telah direncanakan oleh panitia. Masalah cuaca yang sempat dikhawatirkan akan terjadi hujan oleh panitia, ternyata tidak terbukti. Cuaca sangat mendukung dengan cuaca yang tidak terlau panas dan tidak hujan. Terima kasih kepada Tuhan Yesus akan kasihNya tersebut sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik.

Melalui acara ini nama KKMK akan semakin dikenal sebagai wadah pengembangan pribadi karyawan muda Katolik. Diharapkan pula melalui acara ini anggota aktif KKMK akan semakin bertambah yang pada akhirnya dapat ikut mengembangkan organisasi yang kita cintai ini. (adt/tr)

2 Responses to “Tea Walk KKMK Bogor”

  1. sashimi-san said

    om… D
    mana foto2 nya……
    kan ada pemandangan yg indah …..
    semua pohon2 hijau
    semua org memakai pakaian kuning
    ngejreng……….
    akhirnya
    semua senang….

  2. I k a said

    Seru buanget acaranya !!! Top Abiz dech !!!
    Kapan2 adain lg dong ……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: