KKMK Bogor

Keluarga Karyawan Muda Katolik Bogor

Kursus Persiapan Perkawinan

Posted by khristianto on July 7, 2008

Apa sih yang diajarkan selama Kursus Persiapan Perkawinan? Berikut ini petikan informasi dari blog Nana Utari.

Materi yang diambil dalam KPP mencakup hal hukum gereja, hubungan gereja dan perkawinan, moral keluarga dan komunikasi, perekonomian keluarga, seks, dan hubungan orang tua dan anak. Intinya hal-hal yang berpengaruh besar terhadap hubungan keluarga. Total waktu untuk memberi materi kira-kira 12 jam, bisa dibagi menjadi 2 hari (6hrs/6hrs), bisa juga dibagi menjadi 3 hari (3hrs/3hrs/6hrs).

Hal-hal yang membekas dari KPP:

1. Hubungan suami istri
Hubungan suami istri adalah hubungan Kristus dengan gereja-Nya. Istri menghormati suami karena suami adalah kepala (Kristus), dan suami mencintai istri (gerejaNya). Bagaimana Kristus mencintai gerejaNya? Dengan “mati disalib”. (Hebat..)

2. Pengampunan
Hal yang tidak boleh dilupakan adalah saling mengampuni. Semua hal sudah dilakukan tetapi jika tidak ada pengampunan, semuanya sia-sia. Apapun kesalahannya, yang rasanya paling tak terampuni pun, ampunilah. (OMG!)

3. Memiliki anak
Jika tidak menginginkan anak, tidak usah menikah. Perkawinan meneruskan keturunan seperti yang diperintahkan Tuhan sendiri.. Beranakcuculah…
(Padahal banyak juga jaman sekarang pasangan yang tidak menginginkan anak. ?!?!)

4. Persetubuhan
Persetubuhan suami istri harus merupakan ungkapan cinta yang paling mulia, bukan nafsu belaka dan bukan permainan. Penolakan terhadap ini adalah dosa berat. (He-eh??)

5. Saling menerimakan sakramen
Pada saat upacara, suami mengambil roti/anggur dari Pastor dan menyerahkannya kepada istri, demikian sebaliknya. Inilah yang disebut saling menerimakan sakramen dan merupakan puncak upacara. Puncak doa adalah doa suami istri.

6. Beda gereja dan beda agama
Gereja Katolik mengijinkan umatnya menikah dengan umat yang berbeda gereja atau agama. Perlu dibedakan antara beda gereja dan beda agama. Umat beda gereja yaitu umat di luar Katolik yang sama-sama memegang teguh kenyataan Yesus adalah juru selamat. Sedangkan umat beda agama yaitu umat di luar itu. Tetapi tentu saja, Gereja Katolik harus melindungi umatnya sehingga perkawinan beda gereja atau agama memerlukan surat kesaksian dari dua orang yang mengenal benar orang yang non-Katolik. Surat kesaksian itu menyatakan yang bersangkutan belum menikah. Pihak non-Katolik juga harus mengetahui janji pihak Katolik yang menyatakan kesanggupannya untuk mendidik anak-anak secara Katolik. Janji dari pihak Katolik ini harus dilakukan, dengan atau tanpa persetujuan pihak non-Katolik.

Syarat Untuk Mendaftarkan Diri

1. Pendaftaran dilakukan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum tanggal kursus yang akan diikuti
2. Menyerahkan surat pengantar dari Pastor Paroki tempat penyelidikan kanonik akan dilakukan
3. Menyerahkan Foto Copy surat permandian, bagi mereka yang sudah dibaptis
4. Menyerahkan Pas Pphoto ukuran 3 x 4 yang terbaru. Putera sebanyak 3 lembar, peserta puteri sebanyak 3 lembar. Boleh hitam putih atau berwarna
5. Membayar biaya kursus sebesar Rp 100.000,-
6. Membeli buku wajib Rp 25.000,-
7. Pendaftaran harus dilakukan oleh calon peserta sendiri.
8. Tidak melayani pendaftaran melalui telephon atau faksimili.

3 Responses to “Kursus Persiapan Perkawinan”

  1. 🙂

  2. Nana Utari said

    Huehehehehe.. baru nemu nih ada yang mengambil petikan dari blog-ku. Semoga berguna yaa…

  3. santi said

    thanks info nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: