KKMK Bogor

Keluarga Karyawan Muda Katolik Bogor

Hillary Clinton

Posted by khristianto on May 6, 2008

Pemilihan Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat saat ini berlangsung sangat ketat. Dua calon, yaitu Hillary Clinton dan Barrack Obama, sama-sama memiliki pendukung fanatik. Yang akan menjadi catatan sejarah adalah dua pribadi ini memiliki karakteristik yang belum pernah dibawa oleh calon presiden AS sebelumnya. Hillary adalah seorang wanita dan Obama adalah pria berkulit gelap.

Pemilihan kandidat presiden AS dari Partai Demokrat ditentukan berdasarkan raihan delegasi dari semua negara bagian. Total jumlah delegasi yang diperebutkan adalah 4048. Hillary atau Obama dipastikan menjadi pemenang bila mereka mampu meraih minimal 2025 delegasi.

Saat ini Obama telah meraih 1736 delegasi sementara Hillary 1599 delegasi. Artinya Hillary sedang tertinggal sementara masih tersisa 713 delegasi untuk diperebutkan.

Sudah satu tahun lamanya mereka berdua menjalankan kampanye dan voting suara. Setiap hari diisi dengan interview TV, radio, koran, debat publik, orasi, acara-acara seremonial dan lain-lain. Mereka selalu berpindah-pindah tempat. Pagi hari di negara bagian A, sore hari sudah harus mengisi acara di negara bagian B. Malamnya bisa jadi harus berpindah negara bagian lagi.

Hillary pernah diberitakan media karena ia baru sampai di hotel dari sebuah acara seremonial pukul 5 pagi dan 6 jam kemudian ia sudah harus hadir di studio TV. Sementara Obama harus meninggalkan hotel pukul 6 pagi untuk wawancara di TV, kemudian terbang mengunjungi berbagai acara dan kembali mendarat di kota lain pukul 1.30 pagi. Bila dihitung, rata-rata waktu tidur mereka setiap hari tidak lebih dari 4 jam.

Secara fisik, semua kegiatan mereka jelas sangat meletihkan.

Menuju titik akhir pemilihan, persaingan menjadi semakin panas. Seringkali perdebatan antara keduanya menjadi sangat sengit dan tidak heran untuk merebut hati rakyat, para pendukung masing-masing calon melemparkan isu-isu hitam (black campaign) seputar pesaingnya. Media dan wartawan dengan kepentingannya masing-masing juga ikut memberikan tekanan mental baik itu berupa opini negatif, ataupun perdebatan tentang materi kampanye yang dibawakan Hillary ataupun Obama. Untuk menghadapi semua tekanan pers tersebut, mereka harus menyusun strategi kampanye yang tepat agar tidak menjadi bumerang. Jelas tidak mudah. Semua energi, pikiran dan emosi harus dipertaruhkan di sana.

Dari sisi ekonomi, para kandidat tersebut harus mengeluarkan dana kampanye yang sangat besar. Kebutuhan dana tersebut disokong baik dari kantung pribadi maupun donatur. Dari sebuah website didapatkan informasi, donasi kampanye yang telah diterima Hillary adalah sejumlah 194 juta dollar AS sementara Obama menerima 240 juta dollar AS. Bandingkan dengan total dana kampanye semua calon presiden kita di Pemilu Presiden Putaran Pertama tahun 2004 yaitu sebesar 291 milyar rupiah.

Harus diingat, proses yang diceritakan di atas barulah pemilihan kandidat untuk mewakili Partai Demokrat. Pemenangnya kemudian akan bertanding dengan wakil Partai Republik untuk memperebutkan kursi Presiden Amerika Serikat. Dari sini kita bisa lihat betapa keras dan beratnya perjalanan yang harus dilalui baik Obama ataupun Hillary untuk menuju kursi nomer satu di Gedung Putih. Menjadi Presiden AS yang notabene memiliki pengaruh sangat besar untuk kehidupan negara lain.

Minggu lalu saya menyaksikan acara TV ’60 Minutes’ di sebuah saluran tv kabel. Bintang tamu yang dihadirkan adalah Hillary Clinton dan Barrack Obama. Kedua figur tersebut diwawancara dalam kesempatan terpisah. Pertanyaan-pertanyaan  yang diajukan lebih bersifat personal dan pandangan mereka terhadap sang kompetitor.

Buat saya, mendengar jawaban Hillary terhadap apa yang sedang ia jalani sampai saat ini benar-benar mengagumkan. Dari sana kita bisa mempelajari kualitas kepemimpinan yang ia ingin tampilkan. Percaya diri, optimis, dan punya determinasi tinggi.

Berikut ini petikannya :

Tanya (T) : Tidak dapat disanggah, Obama telah meraih momentum positif dalam beberapa bulan terakhir. Apakah terlintas di pikiran Anda, Senator Clinton, bahwa dialah pemenangnya, bukan Anda?

Jawab (J) : Ketika Anda berada dalam situasi penuh ketegangan seperti saat ini, satu-satunya hal yang saya tahu adalah percaya sepenuh hati bahwa saya akan berhasil. Itulah yang saya selalu katakan pada diri saya sendiri setiap hari. Itulah yang saya yakini dan saya pikir akan terjadi. Jadi saya tidak memikirkan adanya pilihan lain.

Tanya (T) : Ketika Anda berada dalam momen-momen mengecewakan, Anda letih, tidakkah Anda berpikir,”Oh Tuhan, saya menjalani ini semua, menghabiskan banyak uang, saya lelah, dan semua ini menjadi sia-sia”. Anda pasti pernah berpikir itu kan, setidaknya pernah sekali terlintas.

Jawab (J) : Tidak. Anda tidak boleh berpikir seperti itu. Anda harus yakin bahwa Anda akan menang. Jika Anda berpikir sebaliknya, Anda lebih baik mundur dan membiarkan seseorang yang percaya diri, optimis dan punya determinasi seperti yang seharusnya dimiliki pemimpin untuk menggantikan Anda.

Tanya (T) : Apakah Anda menyukai Senator Obama?

Jawab (J) : Ya, pasti. Saya menyukainya sejak sebelum pemilihan ini. Saya berkampanye dan mencari dana untuknya. Saya bertemu dengannya dan anak-anaknya. Saya pikir ia orang yang hebat. Kami menjadi teman sebelum ini dan tetap akan menjadi teman nantinya.

Saya memiliki foto keluarga mereka di kantor. Setiap hari saya melihat Obama, Michelle dan putri-putri mereka.

Tanya (T) : Tidak membencinya?

Jawab (J) : Tidak. Saya duduk sepanggung dengannya di Los Angeles dan saya berpikir,”Inilah yang saya impikan sepanjang hidupku. Seorang Afro-Amerika dan seorang wanita. Saya tidak menyangka sayalah wanita itu. Inilah puncak perjuangan dan pengorbanan dari banyak orang. Ini menggambarkan apa yang kami wakili. Siapa yang tidak tersanjung oleh karenanya?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: