KKMK Bogor

Keluarga Karyawan Muda Katolik Bogor

Kunjungan Sosial Ke Panti Asuhan Santo Yusuf

Posted by khristianto on February 7, 2008

“A child’s life is like a piece of paper on which every passerby leaves a mark.” -Chinese proverb

Sebagai wujud nyata dari misi sosial KKMK Bogor, pada tanggal 1-2 September 2007 kami mengunjungi Panti Asuhan Santo Yusuf yang terletak di Sindanglaya Cipanas Bogor. Panti yang didirikan sejak 25 Oktober 1949 ini menampung lebih dari 200 anak-anak di mana 80% penghuninya merupakan anak asuh murni yang datang dari kalangan yatim piatu, anak-anak terlantar ataupun dari keluarga miskin. Sementara sisanya adalah anak-anak broken home ataupun yang terlantar secara psikis.

Selama dua hari satu malam, kami berkumpul bersama mereka. Bernyanyi, berjoget, bermain game, makan bersama, dan menonton film. Meski ada beberapa kesulitan mengatur ratusan anak yang berusia 5-16 tahun dan punya karakter berbeda-beda, namun sangat senang rasanya melihat mereka tertawa bahagia selama acara yang kami adakan. Terbersit harapan agar setitik tinta yang kami goreskan di kertas kehidupan mereka saat ini pada akhirnya nanti akan menjadi sebuah lukisan indah.

“God sends children to enlarge our hearts, and to make us unselfish and full of kindly sympathies and affections.” -Mary Howitt

Jika kalian ikut berada di sana saat itu, bermacam-macam perasaan akan kalian rasakan. Iba, sedih, senang, terharu. Namun lebih dari itu semua, kami seperti mendapatkan sebuah cermin yang memantulkan kehidupan berbeda. Cermin ini akan membantu kami untuk selalu berempati kepada sesama terutama pada anak-anak, anugerah yang dikaruniakan Tuhan untuk menunjukkan bahwa kehidupan akan terus berjalan.

8 Responses to “Kunjungan Sosial Ke Panti Asuhan Santo Yusuf”

  1. Laurencia said

    dulu adik saya pernah tinggal di “ASRAMA=PANTIASUHAN” Santo Yusuf ini,keluarga kami menempatkan adikku bukan karna kami broken home atau terlantar secara psikis tapi karena adik saya ingin sekolah di mardiyuana santo yusuf dan dikatakan bahwa itu asrama, tapi kenyataannya santo yusuf adalah panti asuhan. awalnya kami sekeluarga kaget bahwa itu panti asuhan, tapi ya tidak apa karna memang ada beberapa anak yang memang anak asuh di panti ini. tapi kenapa anak-anak yang tinggal di panti ini seperti adik saya dan teman-temannya yang membayar biaya hidup di “asrama=panti” masih juga disuruh “ngamen” kepada donatur-donatur yang akan menyumbangkan uang mereka ke anak-anak “panti” ini demi mencari iba dari mereka. dengan baju compang-camping yang diberi oleh pengurus panti demi mencari simpatik. hal ini membuat saya sedih sekali. kenapa sebuah panti katolik yang awalnya baik ternyatahanya sandiwara saja. kasihanilah buat anak-anak yang bukan yatim/piatu. buatlah hal ini menjadi suatu “pelajaran” yang sangat berharga buat kalian pengurus panti!!
    sekarang adik saya sudah “pulang ” ke rumah Bapa di surga. saya selalu ingat kenangan adikku di santo yusuf ini. terima kasih suster. Tuhan memberkati.

  2. Lucky said

    saya juga pernah tinggal di panti asuhan santo yusuf dari sejak kelas 3 sd sampai 6 sd
    sepengalaman saya disana,kayaknya tidak ada deh anak2 yg disuruh ngamen2 begitu.. no offense yah
    tapi di sana saya mendapat banyak pelajaran koq walaupun terkadang banyak keselna hahaha
    yang saya ingat sampai waktu artis trio kwek2 datang
    yang akhirnya saya berteman dengan mereka sampai skr ^^
    sukses terus panti asuhan santo yusuf … kasihanilah anak2 yatim piatu ,teruskan berbuat baik
    karena itu pahalanya besar ^^

    kalo saya sempat saya akan kesana sekali2 terima kasih

  3. tommy wijaya said

    saya disana merasa tersiksa.. jd kabur dehh ….

  4. tommy said

    say disana udah 3 tahun tapi tak ada perubahan jdi ank saya tidak di titipkan disana karena jahat ibunya atau pengasuh nya dadah salam kangen salamin ke ibu pengasuh ok dan romo dedi

  5. tommy said

    saya di situ melihat kalau ada setan tapi teman – teman ku tidak percaya karna itu saya kabur alias cabut dasar wog deso

  6. agus said

    rm dedi kelakuannya kayak HEWAN

  7. anna said

    Bagi orang yang pernah merasa tinggal di panti asuhan janganlah kalian berkata jelek karena semua kembali pada diri masing-masing kalo kalian merasa menerima diri dipanti dengan suka cita maka kalian harusnya mensyukuri apa yang ada kalo panti menampung semua yang bersangkut paut dengan keperdulian anak-anak andai kalian faham akan rasa syukur…apa arti hidup dan sadar apa yang kalian terima dan kalian harus ingat kenangan indah sampai kalian bisa seperti sekarang ini,sebelum menulis yang tidak pada semestinya pikirkan dulu kenangan yang indah..penuh imam kasih dan ilmu pengetahuan.

  8. M.P. Ganda Widajati said

    Anak saya kelahiran tahun 1997, seharusnya tahun lalu masuk SMP tetapi setelah MOS tidak mau sekolah lagi. Kalau saya mau masukkak ke Panti Asuhan St. Yusuf bagaimana ya caranya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.